Logo

Kembangkan Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner, Inovasi Biji Getah Bengkalis Tembus 10 Besar Nasional Pada Ajang DPD RI Award 2026

Oleh Operator
16 Sep 2026 27 views
Kembangkan Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner, Inovasi Biji Getah Bengkalis Tembus 10 Besar Nasional Pada Ajang DPD RI Award 2026

BENGKALIS — Kreativitas masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar kembali menunjukkan hasil. Di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, biji getah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan justru dikembangkan menjadi bahan pangan bernilai guna.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dewi Melinda, seorang Guru IPS di SMPN 1 Bantan. Berkat gagasannya memanfaatkan biji getah sebagai bahan pangan, inovasi tersebut berhasil membawa nama Kabupaten Bengkalis ke tingkat nasional setelah masuk dalam 10 besar DPD RI Award 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan–Bidang Ketahanan Pangan.

Ide pemanfaatan biji getah tersebut bermula dari keinginan Dewi untuk melihat potensi yang selama ini berada di sekitar masyarakat dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Bahan yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk pangan yang diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Biji getah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan kami coba olah menjadi pangan. Harapannya, ini tidak hanya menjadi inovasi, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Dewi, Senin (14/9/2026).

Pengembangan inovasi pangan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan upaya mendorong ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner. Pengolahan bahan lokal menjadi produk pangan dapat menjadi bagian dari kreativitas masyarakat dalam menciptakan produk kuliner yang memiliki nilai tambah, sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan desa.

 

Dengan demikian, pemanfaatan biji getah tidak hanya dilihat dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas, kewirausahaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat melalui subsektor kuliner.

 

Gagasan tersebut kemudian membawanya mengikuti proses seleksi DPD RI Award 2026. Di tengah persaingan dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, inovasi pangan berbahan dasar biji getah yang dikembangkan Dewi berhasil masuk dalam jajaran 10 besar.

 

Perjalanan tersebut belum berhenti. Para finalis selanjutnya akan mengikuti tahapan presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri independen. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penentuan tiga besar pemenang DPD RI Award 2026.

 

 Di sisi lain, kreativitas dalam mengolah bahan lokal menjadi produk pangan juga membuka ruang bagi pengembangan subsektor kuliner sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.

 

Subsektor kuliner memiliki peluang untuk menghubungkan potensi bahan baku lokal dengan kreativitas masyarakat, sehingga tidak hanya menghasilkan produk konsumsi, tetapi juga dapat menciptakan identitas produk, peluang usaha, serta nilai ekonomi baru bagi masyarakat desa.

 

Bagi Kabupaten Bengkalis, keberhasilan tersebut menjadi catatan positif tersendiri. Sebuah inovasi yang lahir dari Desa Berancah, Kecamatan Bantan, kini mendapatkan perhatian dalam ajang yang dilaksanakan pada tingkat nasional.

Kisah Dewi juga memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi yang kompleks. Pengetahuan, kreativitas, serta keberanian untuk mencoba mengolah sesuatu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi titik awal bagi sebuah perubahan.

 

Di kesempatan lain, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Alwizar, S.K.M., juga turut mengapresiasi capaian Dewi Melinda yang berhasil membawa inovasi pangan berbahan dasar biji getah hingga masuk dalam 10 besar DPD RI Award 2026.

 

Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya memiliki nilai dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga dapat dilihat sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, karena mengolah potensi bahan lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.


“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Ibu Dewi Melinda. Ini menunjukkan bahwa potensi yang ada di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif, inovasi seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam subsektor kuliner.” ujar Alwizar.

Ia menambahkan, Disparbudpora Kabupaten Bengkalis terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap pelaku usaha ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan potensi dan produk yang dimiliki. Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai upaya fasilitasi, promosi, pendataan, pengembangan kapasitas, serta membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Disparbudpora terus berupaya memberikan ruang dan dukungan kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis. Kami ingin potensi dan kreativitas yang mereka miliki tidak hanya menjadi produk, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutup Alwizar.

 

TAGS:

BAGIKAN ARTIKEL INI: