Logo

Dari Seni Hingga UMKM, Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah Tawarkan Warna Baru Pariwisata Bengkalis

Oleh Operator
23 Aug 2026 44 views
Dari Seni Hingga UMKM, Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah Tawarkan Warna Baru Pariwisata Bengkalis

BANTAN TENGAH – Event Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah resmi dibuka pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat.
Melalui event ini, Desa Bantan Tengah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi desa berbasis budaya dan kreativitas masyarakat. Seni tradisional, produk kerajinan, kuliner lokal hingga berbagai bentuk kreativitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah.

Dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan pengembangan UMKM serta  ekonomi kreatif, Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu event unggulan yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Bengkalis.Malam pembukaan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Bengkalis, Drs. Johansyah Syafri. Hadir pula Camat Bantan, Aulia Fikri, S.Sos., M.Si; Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis, Saiman, S.Sos., M.AP; Kepala UPT Pengelolaan Wisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Iwan Kurniawan; serta Pj. Kepala Desa Bantan Tengah, Oki Farhadinata, S.E., M.M.

Event Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah dibuka langsung oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri. Bupati Bengkalis melalui Staf Ahli Johansyah Syafri berharap Pasar Seni Slaksa 2026 tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan hiburan, melainkan wadah nyata untuk menjaga tradisi, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada masyarakat Desa Bantan Tengah yang telah menggagas dan konsisten melestarikan Pasar Seni Slaksa hingga kini memasuki tahun ketiga. Konsistensi ini, menurutnya, membuktikan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong warga dalam mengembangkan potensi desa sendiri.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini, karena potensi asli daerah berada di tangan masyarakat. Hari ini Bantan Tengah tidaak hanya menghadirkan pasar, tetapi sebuah pesta rakyat yang penuh makna,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kekayaan daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, melainkan juga pada keterampilan masyarakat, kearifan lokal yang dijaga turun-temurun, serta semangat kreativitas yang terus tumbuh. Oleh karena itu, Pasar Seni Slaksa diharapkan menjadi wadah yang mendorong sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata desa, UMKM, ekonomi kreatif, seni, dan budaya berbasis masyarakat.

“Budaya dan tradisi adalah identitas serta jati diri kita. Namun keberadaannya tidak cukup hanya dijaga, ia perlu dihidupkan dan dikembangkan agar tetap memberi manfaat di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga warisan budaya, mendukung produk lokal, serta memberi ruang bagi para pelaku UMKM dan pelaku seni agar terus berkarya dan berinovasi.

“Ketika tradisi disemai dan kreativitas tumbuh, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Johan.

Lebih dari sekadar sebuah kegiatan seni, Pasar Seni Slaksa menjadi gambaran bagaimana budaya, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat dapat dipadukan menjadi kekuatan baru dalam mendukung pembangunan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

TAGS:

BAGIKAN ARTIKEL INI: