Logo

Ekraforia 2026 Hadir di Bengkalis, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis UMKM dan Sejarah

Oleh Super Admin Utama
14 Aug 2026 28 views
Ekraforia 2026 Hadir di Bengkalis, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis UMKM dan Sejarah
BENGKALIS – Semangat mengembangkan ekonomi kreatif dan memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali digaungkan melalui pelaksanaan Ekraforia 2026 di Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang memadukan potensi ekonomi kreatif, UMKM, serta literasi sejarah dan budaya sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.

Ekraforia 2026 tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan sejarah dan budaya Bengkalis kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih menarik sekaligus memberikan nilai edukasi bagi para pengunjung.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bengkalis Ke-514.

Tak sekadar menghadirkan hiburan, Ekraforia 2026 dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, akademisi, lembaga keuangan hingga masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.
"Ekraforia ini merupakan bagian dari agenda Kabupaten Bengkalis dalam memperingati 17 Agustus 2026 dan Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke-514. Kegiatan ini diinisiasi dan diinginkan oleh Bupati Bengkalis Kasmarni bagaimana kita menciptakan ekonomi kreatif dan meningkatkan upaya UMKM-UMKM yang ada di Kabupaten Bengkalis," ujar Ardiansyah.


Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Karena itu, Disbudparpora menggandeng berbagai komunitas, termasuk Bengkalis Creative Network (BCN), dalam pelaksanaan Ekraforia tahun ini.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan ruang-ruang baru bagi pelaku kreatif dan UMKM untuk tumbuh.
"Kita berharap ke depannya kegiatan ini bisa menjadi tempat berkembangnya ekonomi kreatif dan muncul spot-spot baru untuk UMKM," katanya.

Angkat Sejarah, Hidupkan Ekonomi Kreatif.
Pemilihan Gedung Jill Belanda sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Bangunan yang menyimpan jejak sejarah perjuangan masa kolonial tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis sejarah dan budaya.

"Kenapa kita pilih salah satunya Jill ini atau penjara peninggalan masa Belanda? Ini merupakan salah satu peninggalan sejarah. Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kita mengingat perjuangan para pahlawan melawan Belanda ketika itu," jelas Ardiansyah.

Pemanfaatan bangunan bersejarah itu diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali nilai sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bengkalis.

Sejumlah agenda pun disiapkan. Salah satunya seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang.

Di antaranya Asisten Deputi Bidang Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi Edi Haryana, Konservator Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Riau Rio Hardiansyah, perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis dari Komisi IV Irmy Syakif Arsalan, Plt Kepala Disbudparpora Bengkalis Ardiansyah, Ketua BCN Riza Zuhelmy serta Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Mas Sam Viki, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra, Ketua Kadin Bengkalis Rido Nosa. 

Selain itu, Forum tersebut melibatkan komunitas ekonomi kreatif dan UMKM, lembaga keuangan, akademisi.

Ada Tenun, Kuliner hingga Musik Lokal.
Ekraforia 2026 semakin semarak pada malam hari melalui grand opening yang diisi berbagai pertunjukan seni lokal.

Tarian kreasi hingga musik yang dibawakan anak-anak Bengkalis turut menghidupkan suasana di kawasan gedung bersejarah tersebut.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas kreatif, salah satunya photo booth hasil kreasi Bengkalis.

Tak hanya melihat, masyarakat juga diberi kesempatan mencoba langsung alat tenun yang telah disiapkan panitia.

"Di sini juga kita siapkan alat tenun. Bagi masyarakat yang datang berkunjung dan ingin mencoba bagaimana menggunakan alat tenun, bisa langsung mencobanya," kata Ardiansyah.

Sementara di luar gedung, pelaku UMKM turut mengambil bagian dengan membuka lapak yang menyajikan beragam kuliner khas Bengkalis.

"Di bagian luar juga ada UMKM yang menggelar berbagai macam kuliner Bengkalis," sambungnya.

Rangkaian Ekraforia 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu.

Kemudian pada Minggu, kegiatan dilanjutkan dengan Ekraforia Run, yang dirangkai dengan senam sehat bersama dan lari sejauh kurang lebih lima kilometer.


Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi. Peserta Ekraforia Run ditargetkan menembus lebih dari 1.000 orang.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dilepas langsung oleh Bupati Bengkalis Hj Kasmarni pada pukul 05.30 WIB.

"Kegiatan ini diharapkan bisa ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan, Ekraforia 2026 memiliki konsep yang lebih kuat dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Alwizar, S.K.M., menyampaikan bahwa Ekraforia 2026 merupakan momentum penting untuk mempertemukan kreativitas masyarakat dengan potensi ekonomi daerah.

“Ekraforia 2026 bukan sekadar sebuah kegiatan atau festival, tetapi menjadi ruang bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, generasi muda, serta berbagai pihak untuk menunjukkan kreativitas dan potensi yang dimiliki Bengkalis. Yang menarik, kegiatan ini juga kita padukan dengan literasi sejarah dan budaya, sehingga kreativitas yang tumbuh tidak terlepas dari identitas dan jati diri daerah.” ujarnya.
Menurutnya, perpaduan antara ekonomi kreatif, UMKM, sejarah dan budaya diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat karakter daerah.

“Kita ingin sejarah dan budaya tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan karya-karya kreatif yang bernilai dan memiliki daya saing. Dengan demikian, Ekraforia dapat menjadi salah satu wadah untuk mendorong UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Bengkalis agar semakin berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.

Ekraforia 2026 bukan sekadar perayaan kreativitas, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan sejarah, menggerakkan ekonomi, dan meneguhkan jati diri Bengkalis melalui karya-karya masyarakatnya.

TAGS:

BAGIKAN ARTIKEL INI: