Logo

Kabid Pariwisata Bengkalis Hadiri Pembukaan KEN Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Oleh Super Admin Utama
19 Aug 2026 27 views
Kabid Pariwisata Bengkalis Hadiri Pembukaan KEN Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Kuantan Singingi, 19 Agustus 2026 — Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Parbudpora) Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Kepala Bidang Pariwisata, Alwizar, S.K.M, menghadiri pembukaan Kharisma Event Nusantara (KEN) Festival Pacu Jalur yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Plt. Gubernur Riau S.F. Hariyanto dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas budaya, serta masyarakat yang turut memeriahkan salah satu event budaya unggulan di Provinsi Riau tersebut.

Festival Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Riau. Selain sebagai ajang pelestarian warisan budaya, event ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Alwizar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Pacu Jalur sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara. Menurutnya, event tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya Riau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah.

“Festival Pacu Jalur ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Kita melihat bagaimana budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat dapat bersinergi dalam satu event yang besar,” ujar Alwizar.

Ia menambahkan, masuknya Festival Pacu Jalur dalam Kharisma Event Nusantara menjadi peluang strategis untuk semakin memperluas promosi pariwisata dan kebudayaan Riau di tingkat nasional.

“Kami dari Kabupaten Bengkalis tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. KEN menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membangun kolaborasi antardaerah dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Alwizar juga menyempatkan diri berdiskusi dengan Polisi Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi yang berada di bawah Satuan Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit). Diskusi tersebut membahas pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan dalam mendukung pengembangan destinasi maupun event pariwisata.



Keberadaan Polisi Pariwisata merupakan salah satu bentuk sinergi antara sektor pariwisata dan kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat, khususnya pada kawasan dan kegiatan yang menjadi pusat kunjungan wisatawan.

Alwizar menilai aspek keamanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pengembangan pariwisata. Menurutnya, wisatawan akan merasa nyaman berkunjung apabila destinasi dan berbagai kegiatan wisata didukung dengan situasi yang aman dan kondusif.




“Keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan wisatawan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, insan pariwisata dan kepolisian sangat diperlukan agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di destinasi wisata maupun mengikuti event,” ujar Alwizar.

Ia menyebut, diskusi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan bertukar pengalaman terkait penerapan konsep Tourism Police dalam mendukung sektor pariwisata di daerah.

Keberadaan Polisi Pariwisata tersebut merupakan implementasi tindak lanjut Nota Kesepakatan (MoU) antara Kapolri dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia pada 11 Januari 2019 tentang Keamanan Pariwisata melalui Polisi Pariwisata (Tourism Police).

“Kami melihat keberadaan Polisi Pariwisata ini sangat strategis. Tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan dan membangun komunikasi dengan wisatawan. Ini menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata yang aman, nyaman dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alwizar berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam bidang pariwisata dapat terus diperkuat, sehingga mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

“Ke depan, kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan keamanan, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh stakeholder. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis pariwisata Riau semakin maju dan semakin dipercaya wisatawan,” tuturnya.



Sementara itu, kehadiran Kabupaten Bengkalis pada pembukaan KEN Festival Pacu Jalur sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antar daerah, bertukar pengalaman dalam pengelolaan event pariwisata, serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Riau.


TAGS:

BAGIKAN ARTIKEL INI: